Tower listrik merupakan komponen penting dalam sistem Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Tower ini merupakan konstruksi kokoh yang berfungsi untuk merentangkan dan menyangga kawat penghantar dengan jarak dan ketinggian yang aman bagi manusia dan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Pengertian, Fungsi, dan Jenis Tower Listrik
Secara umum, tower listrik memiliki 13 komponen utama. Komponen tower listrik tersebut adalah sebagai berikut.
1. Pondasi,
yaitu konstruksi beton bertulang yang digunakan untuk mengikat kaki tower
(stub) dengan tanah.
2. Stub,
yaitu bagian paling bawah dari kaki tower listrik, dipasang bersamaan dengan
pondasi dan diikat menyatu dengan pondasi.
3. Leg,
yaitu kaki tower yang menghubungkan stub dengan body tower listrik. Pada tanah
yang tidak rata, perlu penyesuaian tinggi leg, sementara body tetap pada tinggi
permukaannya.
4. Common
Body, yaitu bagian bawah dari tower listrik yang menghubungkan leg dengan
body tower bagian atas (super structure). Tinggi tower dapat diatur dengan
mengatur tinggi common body melalui penambahan atau pengurangan.
5. Super
Structure, yaitu bagian atas dari tower listrik yang terhubung dengan
common body dan cross arm untuk kawat fasa dan kawat petir.
6. Cross Arm,
yaitu bagian tower yang berfungsi sebagai tempat menggantung isolator kawat
fasa dan clamp kawat petir. Biasanya berbentuk segitiga, kecuali pada tower
listrik jenis tension yang memiliki sudut belokan besar berbentuk segi empat.
7. "K"
Frame, yaitu bagian tower listrik yang menghubungkan common body dengan
bridge dan cross arm.
8. Bridge,
yaitu penghubung antara cross arm kiri dan cross arm tengah dengan kawat
penghantar fasa tengah.
9. Rambu
Tanda Bahaya, bertujuan untuk memberi peringatan terhadap risiko bahaya
pada instalasi SUTT/SUTET. Komponen ini dipasang di kaki tower sekitar 5 meter
di atas tanah.
10. Rambu
Identifikasi Tower dan Penghantar, berfungsi untuk memberi informasi
mengenai identitas tower, termasuk nomor tower, urutan fasa, penhantar/jalur,
dan nilai tahanan pentanahan kaki tower.
11. Anti
Climbing Device (ACD), yaitu komponen yang berfungsi untuk menghalangi
akses orang yang tidak berkepentingan naik ke tower. ACD memiliki ujung runcing
dengan jarak 10 cm dan dipasang di setiap kaki tower di bawah rambu tanda
bahaya.
12. Step Bolt,
yaitu baut panjang dari atas ACD ke sepanjang badan tower hingga super
structure dan arm kawat petir. Berfungsi sebagai pijakan untuk petugas saat
naik dan turun dari tower.
13. Halaman
Tower, yaitu daerah tapak tower yang luasnya diukur dari proyeksi ke atas
tanah galian pondasi, biasanya antara 3 hingga 8 meter di luar stub, bergantung
pada jenis tower.
Sumber:
https://repository.uhn.ac.id/bitstream/handle/123456789/1728/Herbert%20S.%20Yunus%20Sianturi.pdf
https://rakhman.net/electrical-id/menara-listrik/
Location : Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Jl. Rawa Gelam 3, Blok. M No. 6, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur - 13930
Telp : 021 – 460 1088
Fax : 021 – 4682 3636
Email : info@dutahitajaya.co.id
Location : JL. Industri selatan VIII, Block EE-7H Jababeka II, Cikarang, Pasirsari, Cikarang Sel., Bekasi, Jawa Barat 17354
Location : Jl. Kp. Bulu No.29, Setiamekar, Kec. Tambun Sel., Bekasi, Jawa Barat 17510
Telp :(021) 8818634-38
Location : Jl. Raya Setu No. 9, Telajung, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat 17530
Location : Jl. Raya Narogong KM 24.5, Klapa Nunggal, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat 16820