Contact Us

Sifat Baja sebagai Bahan Struktur Bangunan

Sifat Baja sebagai Bahan Struktur Bangunan
17-10-2023
Struktur bangunan

Baja memiliki sejumlah karakteristik yang menjadikannya sebagai bahan konstruksi yang sangat berharga. Untuk memahami bagaimana baja berperilaku dalam struktur bangunan, penting bagi seorang ahli struktur untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang sifat-sifat mekaniknya. Sifat mekanik suatu bahan mencerminkan kemampuan bahan tersebut untuk menahan beban yang dikenakan padanya. Beban-beban ini dapat berupa tarikan, tekanan, lenturan, geser, torsi, atau bahkan kombinasi dari berbagai jenis beban.

Baca Juga: Keunggulan Baja dalam Konstruksi

Beberapa sifat utama yang membuat baja menjadi pilihan yang baik untuk struktur bangunan adalah sebagai berikut:

Kekuatan (Strength)
Kekuatan merujuk pada kemampuan baja untuk menahan tegangan tanpa mengalami kerusakan. Ketika baja diberi beban, akan terjadi deformasi atau perubahan bentuk. Perubahan ini menghasilkan regangan atau strain yang mencerminkan sejauh mana deformasi terjadi pada setiap satuan panjang baja. Hal ini menghasilkan tegangan atau stress di dalam baja. Kekuatan baja dapat dibagi menjadi tiga jenis: tegangan elastis (di mana baja masih elastis), tegangan leleh (ketika baja mulai meleleh), dan tegangan plastis (tegangan maksimum di mana baja mencapai kekuatan maksimum).

Kelenturan/Daktilitas (Ductility)
Baja tidak hanya kuat, tetapi juga lentur. Ini berarti bahwa baja memiliki kemampuan untuk berdeformasi sebelum akhirnya patah. Kemampuan daktilitas ini memungkinkan baja untuk mengalami deformasi inelastis berulang di luar titik leleh pertama, sambil tetap memiliki daya dukung yang signifikan. Sifat daktilitas ini juga membantu mencegah kerusakan yang terlalu dini.

Kealotan (Toughness)
Baja memiliki sifat yang sangat kuat dan tahan terhadap patah. Baja ini lebih mirip dengan asumsi perancangan teknik daripada dengan material lainnya karena mengikuti hukum Hooke hingga mencapai tegangan yang tinggi. Ini membuat perhitungan momen inersia untuk penampang baja menjadi lebih pasti dibandingkan dengan penampang beton bertulang.

Kekerasan (Hardness)
Kekerasan merujuk pada kemampuan baja untuk melawan goresan, abrasi, dan penetrasi. Ini adalah tingkat ketahanan baja terhadap gaya yang dapat menembus permukaannya.

Liat (Toughness)
Liat merujuk pada kemampuan material untuk menyerap energi dalam jumlah yang cukup besar. Baja struktural memiliki sifat ini, yang berarti bahwa elemen baja masih dapat memikul beban dengan deformasi yang signifikan tanpa mengalami kerusakan. Ini merupakan sifat yang penting karena memungkinkan baja struktural untuk menahan deformasi selama proses fabrikasi, pengangkutan, dan pemasangan tanpa mengalami kerusakan yang serius. Sebagai hasilnya, baja struktural dapat mengatasi lenturan, beban kejut, geseran, dan lubang tanpa menunjukkan tanda-tanda kelemahan.


Sumber: 

Tampubolon, S.P. 2021. Buku Materi Pembelajaran Struktur Baja-1. Jakarta: Universitas Kristen Indonesia.

Tanto, A.E. 2019. Pengaruh Kuat Arus Pengelasan SMAW terhadap Nilai Kekerasan Baja Plat Kapal KS37 Grade A. Thesis. Mojokerto: Universitas Islam Majapahit.