Contact Us

Pengertian dan Proses Fabrikasi Baja

Pengertian dan Proses Fabrikasi Baja
11-12-2023
Fabrikasi baja

Definisi Fabrikasi Baja

Fabrikasi baja adalah proses mengubah baja mentah menjadi produk atau barang yang dibutuhkan. Proses ini melibatkan penggabungan dan perakitan berbagai komponen baja untuk membentuk produk jadi, alat, atau material matang yang dapat digunakan. Seluruh proses ini cukup kompleks, memiliki sedikit atau bahkan tidak ada ruang untuk kesalahan, dan memerlukan individu dengan keterampilan khusus untuk mengoperasikannya dengan benar.

 

Baca Juga: Sifat Baja sebagai Bahan Strkutur Bangunan


Proses Fabrikasi Baja


1. Marking

Langkah pertama dalam proses fabrikasi baja adalah marking. Proses ini melibatkan memberikan mark/tanda pada material yang akan digunakan dalam produksi, dengan menandai posisi pengerjaan dan bagian yang membutuhkan pemasangan material. Marking dilakukan berdasarkan gambar kerja yang telah dibuat.


2. Cutting

Setelah proses penandaan selesai, langkah selanjutnya adalah pemotongan atau cutting material. Pemotongan dilakukan sesuai dengan gambar kerja yang telah ditentukan. Cutting dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu, menggunakan gunting (shearing), mesin cropping, gergaji (sawing), atau menggunakan api (flame cutting). Dalam perkembangan teknologi saat ini, pemotongan profil juga dapat dilakukan dengan menggunakan mesin CNC. Mesin CNC adalah mesin yang memiliki program otomatis dan dapat membaca file NC yang merupakan output dari program permodelan tiga dimensi atau BIM (Building Information Modelling).


3. Drilling

Langkah ini melibatkan drilling atau pembuatan lubang pada material menggunakan mesin CNC. Lubang yang dihasilkan merespons data yang dimasukkan ke mesin CNC. Lubang ini diperlukan untuk menciptakan sambungan dengan mur baut dan perlu memperhatikan ukuran dan jarak sesuai dengan gambar kerja.


4. Welding dan Bending

Proses pembengkokan, seperti section bending, roll bending, plate bending, and tube bending dilakukan untuk membentuk baja sesuai gambar kerja. Selanjutnya, baja disatukan melalui pengelasan menggunakan metode MMA atau MAG. Pengelasan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin. Untuk mencapai hasil pengelasan yang optimal, diperlukan penerapan teknik pengelasan yang tepat. Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan melibatkan memastikan kebersihan permukaan bahan, memilih jenis dan ketebalan las yang sesuai dengan bahan yang akan dilas, serta memperhatikan posisi bahan yang akan dilas apakah miring atau dapat berubah. Proses pengelasan dijalankan melalui langkah-langkah berikut:

Langkah I: Melakukan tack weld, yakni pembuatan titik-titik las pada bahan. Tack weld dilakukan secara bersamaan dengan proses perakitan.

Langkah II: Jika semua tack weld telah dilakukan dengan benar pada bahan, langkah berikutnya adalah melakukan pengelasan penuh (full welding).

Langkah III: Setelah proses pengelasan selesai, langkah terakhir adalah membersihkan kerak atau sisa-sisa las yang mungkin tersisa pada permukaan.

 

5. Finishing

Tahap finishing melibatkan pembersihan sisa proses fabrikasi sebelumnya. Dua metode finishing yang umum adalah sandblasting & painting dan galvanisasi. Sandblasting dilakukan untuk meratakan permukaan baja, dan menghilangkan karat serta kontaminan lainnya. Pengecatan dilakukan untuk melindungi baja dari korosi, dapat dilakukan dengan metode semprotan/spray, roll atau kuas. Galvanisasi adalah proses melapisi permukaan baja dengan lapisan seng. Lapisan ini dapat melindungi  baja dari karat. Metode yang paling umum digunakan adalah hot-dip galvanizing. Dalam metode ini, baja dicelupkan ke dalam seng cair untuk membentuk lapisan pelindung pada baja.

 


Sumber:

http://repository.ub.ac.id/id/eprint/8920/6/BAB%20IV.pdf

https://inbound.cammmetals.com/blog/what-is-steel-fabrication

https://alsafriksteel.com/a-complete-guide-to-steel-fabrication-process/

https://eziil.com/structural-steel-fabrication-process